Penggabungan Gambar Vektor dan Bitmap (Raster)


Gambar Vektor dan Gambar Raster
Gambar komputer dapat dibuat sebagai vector maupun raster (bitmap). Mungkin banyak yang bingung apa perbedaan antara keduanya? Kapan perlu memakai raster (bitmap) dan kapan memakai vector? Berikut akan dijelaskan beberapa perbedaan yang mendasar antara keduanya.
a.  Komponen Pembentuk
Gambar Raster tersusun dari bitmap / pixel yang merupakan kotak kecil yang masing – masing memiliki warna tersendiri. Jika masing – masing pixel ini dilihat tidak akan membentuk gambar apapun, namun ketika mereka bergabung dengan jutaan pixel lainnya mereka akan membentuk gambar yang terlihat.

Vector terbentuk dari formula matimatika, yang menjelaskan bentuk ini sebuah persegi, garis, lengkungan, lingkaran dan bentuk lainnya. Vector memiliki bentuk yang sederhana, yang ketika dikombinasikan akan menjadi sebuah gambar.

b.  Penggantian Ukuran / Skalasi
          Gambar Raster (Bitmap) terbentuk oleh banyak pixel yang disusun, sehingga Raster (Bitmap) sangat tergantung oleh resolusi. Ketika gambar ini dibesarkan, jumlah pixel akan dikalikan beberapa kali lipat, sehingga gambar akan kehilangan kualitas dan menjadi tidak tajam.
          Sedangkan Vector tidak terdiri dari pixel melainkan dari bentuk sederhana yang selalu dihitung ulang oleh perhitungan matematika setiap kali diskala. Sehingga gambar vektor tidak akan kehilangan kualitasnya walaupun diperbesar hingga ukuran berapapun.
          Lalu bagimana menentukan ukuran file? Untuk mencetak dikertas dibutuhkan resolusi minimal 300 ppi, untuk mencetak t shirt 240 ppi, untuk banner dapat dari 20 ppi hingga >200 ppi tergantung jarak billboard, ppi merupakan jumlah banyaknya pixel per inch. Sehingga untuk membuat gambar dengan lebar 30cm, konversikan ke inch menjadi 11,8 inch, kemudian kalikan dengan resolusi untuk mencetak (contoh kertas = 11,8 x 300 = 3540px)
c.  Warna
          Gambar vektor dengan banyak warna akan dengan mudah diganti untuk menjadi gambar dengan beberapa warna. Biasanya hal ini digunakan untuk memproses printing, stiker, atau lainnya. Karena kadang untuk mencetak pada gelas, botol, bolpen dibatasi beberapa warna saja.
          Sedangkan untuk mengganti warna pada raster cenderung lebih sulit, karena raster terdiri dari masing – masing pixel yang memiliki warnanya sendiri. Mereka tidak punya garis pembantu untuk langsung mengubah suatu bentuk menjadi warna tertentu.

d.  Penggunaan
Secara umum vector digunakan untuk gambar yang digunakan pada skala yang berbeda, beda. Contohnya logo, ilustrasi, atau gambar teknik. Logo dapat ditampilkan diatas template surat yang berukuran 3cm x 3cm hingga di baliho yang beberapa meter. Vector akan sangat membantu sehingga ketika logo mau dipakai di ukuran berapapun, kualitasnya tidak akan berkurang. Demikian juga seperti gambar teknik yang dapat di print di kertas A4 hingga A0, di cetak pada skala berapapun, gambar haruslah tetap tajam.
Sedangkan Raster biasanya digunakan untuk gambar dengan warna yang saling mencampur, bukan merupakan bentuk geometri yang jelas. Raster paling banyak digunakan untuk fotografi, dimana warna satu dengan yang lainnya berpadu untuk membuat suatu gambar yang indah.
e.  Ukuran File
          Ukuran file vector cenderung lebih kecil dibandingkan dengan raster. Karena vector tidak menyimpan data satu persatu pixel, melainkan setiap titik dan lengkungannya, yang kemudian dihitung secara matematika disesuaikan dengan resolusi yang diinginkan. Besarnya ukuran cetak tidak mempengaruhi besarnya file.
          Sedangkan file raster (bitmap) lebih besar karena menyimpan setiap data warna masing – masing pixel. Sehingga ketika file ingin dicetak besar, file akan sangat besar.
f.  Konversi
File vector akan dengan mudah diubah menjadi raster. Namun tidak sebaliknya, semakin rumit bentuk file raster, akan semakin sulit untuk diubah menjadi vector. Sehingga ketika Komponen Pembentuk
Gambar Raster tersusun dari bitmap / pixel yang merupakan kotak kecil yang masing – masing memiliki warna tersendiri. Jika masing – masing pixel ini dilihat tidak akan membentuk gambar apapun, namun ketika mereka bergabung dengan jutaan pixel lainnya mereka akan membentuk gambar yang terlihat. Vector terbentuk dari formula matimatika, yang mejadi sebuah gambar.
Keterangan
Vector
Raster (Bitmap)
Terbuat dari
Vector terbuat dari jalur, setiap titik terdapat hitungan matematika yang membatasi jalur tersebut
Raster (Bitmap) terdiri dari pixel, setiap pixel mempunyai warna tersendiri yang membentuk sebuah gambar
Ukuran
Dapat diperbesar, tanpa mengurangi kualitas
Ketika diperbesar, gambar akan pecah
Mengganti Warna
Lebih Mudah, karena terdapat garis pembantu di setiap bentuk
Lebih Sulit, karena setiap pixel memiliki warnanya sendiri, tidak ada garis pembantu
Penggunaan
logo, ilustrasi, gambar teknik
fotografi, editing dengan warna yang saling mencampur
Ukuran File
Kecil
Besar
Konversi
Dapat diubah ke raster dengan mudah
Biasanya membutuhkan waktu yang banyak untuk mengubah menjadi vector, tergantung kerumitan gambar
Jenis File
.svg .ai .cdr .ppt .eps .wmf
.png .jpeg .tiff .gif .bmp .psd
Program yang digunakan
Adobe Illustrator, CorelDraw, Inkscape, Fireworks, Freehand
Adobe Photoshop, Paint, GIMP



REFERENSI :
Materi Dasar Desain Grafis Kelas 10 RPL SMK N 2 Karanganyar

0 Response to "Penggabungan Gambar Vektor dan Bitmap (Raster)"

Post a Comment